GOLONGAN YANG MEMPERCAYAI ADANYA SIFAT ALLAH


Oleh : H.Ramli Abdul Wahid

• Alquran turun mengandung keterangan tentang sifat-sifat Allah, seperti qudrah, iradah, dan ilmu. Demikian juga hadis-hadis.
• Para sahabat dan salaf tidak membahas dan tidak mempertanyakan tentang sifat-sifat tersebut itu.
• `Awwad ibn `Abdillah al- Mu`tig dalam bukunya,

Menyebutkan bahwa orang pertama berbicara tentang sifat dalam Islam adalah al-Jais ibn Dirham. Al-Jaid menafikan sifat dan berkata Alquran baharu. Darinya diambil al-Jahm ibn Safwan dan mengembangkan paham ini di Khurasan. Waktu itu, kaum Muslim menolak paham ini. Tetapi, kemudian Muktazilah muncul dan mengambil paham menolak sifat ini dari kelompok al-Jahm.
• Kelompok yang menolak paham al-Jaid terus berkembang. Tetapi ada yang keterlaluan sampai kepada paham yang menyerupakan Allah dengan makhluk ( ), ada yang menggambarkan dengan jasad ( ), dan ada pula yang mempercayai sifat Allah secara layak, yakni Ahlusunnah wal Jamaah.
• Alasan Muktazilah menolak adanya sifat agar tidak terjadi banyak yang qadim. Sebab, sifat yang qadim tentunya qadim. Kalau Allah mempunyai 20 sifat maka ditambah dengan zat-Nya yang qadim, jadilah yang qadim itu berjumlah 21. Sementara menurut yang mempercayai adanya sifat Allah mengatakan bahwa sifat Allah tidak terpisah dari zat-Nya. Bahkan, sifat itu tidaklah lain dari pada zat meskipun tidak harus terpisah dari zat.
• Alasan Ahlusunnah mempercayai adanya sifat Allah antara lain disebutkan dalam alquran : 1) Dan adalah Allah Maha mendengar dan Maha melihat ; 2) Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua mendengar dan melihat ; 3) Ia menurunkannya dengan ilmu Nya ; 4) Dan apa yang dikandung dari perempuan dan tidak ia melahirkan kecuali dengan ilmu Nya ; 5) Tidakkah mereka melihat bahwa Allah yang menciptakan mereka, Ia lebih kuat dari mereka. Didalam ayat-ayat ini disebutkan bahwa Allah Maha mendengar,Maha melihat, mempunyai kekuatan,mempunyai ilmu. Alasan lain kalau Allah tidak mempunyai ilmu maka jadilah Ia jahil. Jahil adalah sifat kekurangan . Tuhan tidak boleh bersifat dengan jahil. Alasan lain ciptaan alam ini sangat rapi, tertib, dan indah. Akal sehat tidak akan bisa menerima alam ini diciptakan oleh Tuhan yang jahil. Kemudian al-Jahmiah mengatakan bahwa ilmu Allah adalah Allah. Ini berarti bahwa mereka telah menjadikan Allah sebagai ilmu.Sekiranya mereka diminta berdoa dengan kalimat, “Ia ilmu Allah,ampunilah aku dan beri rahmat aku maka Ia tidak akan melakukannya.” Mereka yang menolak ilmu Allah juga menolak sifat-sifat lainnya (Abu musa al-Asyari, al-Ibanah `an usul ad-Diyannah, hlm.24-41).
• Allah bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan yaitu wujud, qidam, baqa, mukhalafatuhu ta`ala lil hawadisi, qiyamuhu binafsih, wahdaniyah, qudrah, iradah, ilmu, hayah, sama`, basar, kalam, kaunuhu qadiran, muridan, `aliman, hayan, sami`an, basiran, dan muttakaliman.
• Menurut asy`ariyah, Allah mempunyai sifat-sifat azzaliyah, qadimah, zaidah, alazat,qaimah biha, (sifat yang azzali,qadim, lebih dari pada zat dan berdiri pada nya) ini berarti sifat merupakan pengertian-pengertian yang bertambah kepada pengertian zat.

Tentang ramliaw

fisabilillah dijalan Allah swt
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s