MENEPIS STRES DENGAN SENJATA IMAN


Prof. Dr. H. Ramli Abdul Wahid, MA

Belakangan ini banyak orang yang mati mendadak dan stres yang diduga karena gagal menjadi anggota legislatif. Para caleg telah berjuang mati-matian untuk membujuk masyarakat dengan berbagai cara, mulai dengan tawaran program yang membuat warga sejahtara, pemberian berupa uang dan bantuan yang dibutuhkan warga. Demikian opti-misnya akan keberhasilan meraih suara massa yang mengantarkan ke kursi empuk dan terhormat sehingga tidak sadar menghabiskan semua yang dimiliki. Bahkan, tidak sedikit caleg yang berani meminjam dana kampanye dalam jumlah yang tidak kepalang. Ternyata semua harapan yang ditunggu-tunggu itu dalam permainan beberapa jam saja berganti dengan kecemasan karena jumlah suara yang dinanti-nanti semakin bertambah waktu semakin sirna. Dunia yang tadinya terang benderang dan berbunga-bunga berubah menjadi gelap gulita seakan-akan fajar pagi tidak akan pernah terbit lagi.  Telpon dan handphone dari teman dan TS silih berganti berdering melaporkan bahwa suara pendu-kung di semua TPS anjlok. Kepala mulai pusing dan saraf tengkuk tegang. Rasa cemas terus membuat denyut jantung semakin kencang. Tak tahu bagaimana, terjadilah keten-tuan Allah yang rupanya sejak dulu sudah dijanjikan-Nya. Ada yang langsung pergi menemui Sang Khalik dan ada pula yang jatuh bingung dan stres.

Tentang berita kematian mendadak dan stresnya caleg yang gagal mendapat suara untuk membawanya duduk di lembaga terhormat itu banyak dimuat di media massa. Misalnya, Harian Waspada terbitan Minggu, 12 April 2009 membuat salah satu judulnya, Caleg stres hingga meninggal mendadak akibat ‘keok.’’ Dalam judul ini dijelaskan munculnya beberapa calon legislatif. di Kabupaten Garut yang diindikasikan kuat  mengalami stres berat. Selain itu, terdapat salah seorang caleg perempuan dari Parpol tertentu yang mendadak meninggal dunia setelah mengetahui dari hasil perolehan suara sementaranya kalah terlak.  Dalam terbitan ini juga disebutkan bahwa seorang caleg (45) untuk DPRD Buleleng meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Beng-kel, Kabupaten Buleleng. Musibah itu diduga  akibat serangan jantung setelah menerima telpon dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.

Sebenarnya soal stres, depresi, dan bunuh diri adalah salah satu fenomena di negara-negara yang maju di bidang material. Sesudah perang Dunia II, di negeri-negeri yang makmur dan melimpah ruah kekayaannya, muncul suatu generasi yang selalu sedih, generasi yang memiliki segalanya sehingga tidak  tidak mengingkan apa pun. Mereka ini adalah kaum beatnik atau yang disebut “generasi terpukul. Mereka mendakwakan filsafat absurd, yakni anak-anak hidup hampa jiwa, kaum hippies, kaum yang mengacuhkan realita, mencemooh semua tata tertib dan aturan. Lebih separoh tempat tidur seluruh rumah sakit di Amerika Serikat dihuni oleh pasien sakit jiwa.Delapan Negara maju telah menempati ranking pertama dalam kasus bunuh diri, yaitu Kanada, Jerman Barat (sebelum bersatu kembali dengan Jerman Timur), Austria, Finlandia, Denmark, Hongaria, Swiss, dan Swedia. Menurut penelitian Dr. Anthony Rail, Kepala Dinas Pelayanan Kesehatan di Inggeris, jumlah angka bunuh diri di lingkungan perguruan tinggi di Inggeris adalah enam kali lipat lebih tinggi dari angka rata-rata bunuh diri nasional. Di Cambridge University adalah sepuluh kali lebih tinggi daripada jumlah bunuh diri di kalangan kaum muda Inggeris. Karena banyaknya percobaan dan kasus bunuh diri, di Inggeris sejak lama terbentuk Komite Urusan Bunuh Diri. Tugasnya adalah menggagalkan dan menyelamatkan orang mencoba bunuh diri. Di Jepang 34.000 pertahun kasus bunuh diri. Ini menunjukkan bahwa stres, depresi, dan sampai kepada tindakan bunuh diri merupakan ciri peradaban modern.Tetapi, belakangan ini kasus stres, depresi, dan bunuh diri mulai merambah ke Indonesia, termasuk setelah Pemilu Caleg 9 April 2009. Mungkin belum ada caleg yang bunuh diri karena gagal. Tapi, diberitakan bahwa 480 orang dari mereka sudah mengalami stres. Sebagian mengalami stres berat dan sebagian masih ringan. Persoalannya mengapa sampai stres dan mengapa sampai mendadak meninggal. Bukankah mereka orang yang beriman kepada takdir bahwa nasib manusia sudah ditentukan sejak azali. Mengapa mereka tidak menyerahkan diri sepe-nuhnya kepada Allah. Orang yang beriman tentunya berusaha serta berdoa dan kemudian menyerahkan hasil kerjanya kepada Allah. Ini adalah teori. Kekalahan dalam pemilihan caleg adalah bagian dari musibah. Ketika musibah menimpa diri seseorang,, siapa pun orangnya akan merasa sedih dan terpukul batinnya. Rasa sedih dan kesal adalah hal yang lazim. Tetapi agar rasa sedih dan kesal tidak merusak jiwa, di sinilah pentingnya petun-juk-petunjuk Agama.

Pertama, seorang Mukmin hendaklah memantapkan keyakinan bahwa hakikat hidup ini adalah pergantian antara senang dan susah, antara sakit dan sehat, antara nikmat dan musibah, dan antara untung dan rugi. Tidak ada orang yang sepanjang hidupnya bersukaria saja dan sebaliknya pun tidak ada orang yang susah saja. Mungkin ada orang yang selalu susah, tapi pernah juga gembira. Sebaliknya ada orang selalu senang, tapi sekali-sekali merasa susah juga. Kalah dalam pemilihan caleg baru satu dari macam-macam musibah. Padahal, sudah banyak nikmat yang diberikan Tuhan dan masih banyak yang tersisa. Firman Allah, “Dan sekiranya kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menghitungnya.” (QS, Ibrahim : 34) Jangan gara-gara musibah yang satu ini menjadi lupa atas sekian banyak nikmat yang masih tersisa. Nimat kesehatan, nikmat memiliki isteri dan anak, nikmat memiliki banyak keluarga dan teman bertukar pikiran, nikmat hidup, nikmat iman, nikmat ilmu, nikmat harta yang masih di tangan, dan banyak lagi anugerah Allah yang tidak boleh dilupakan. Kalau hidup sehat dan normal, masih ada waktu untuk berusaha dan hutang bisa dibayar. Tapi kalau hidup sudah tiada atau hidup dalam keadaan stres dan tidak tentu arah tentunya semua jadi berantakan. Dalam hadis sahih riwarat Muslim, Rasul bersabda, “Sungguh mengagumkan hal orang Mukmin, seluruh urusannya kebaikan. Ketika mendapat kesenangan ia bersyukur sehingga menjadi kebaikan baginya. Ketika ditimpa musibah ia sabar sehingga menjadi kebaikan pula baginya.”

Kedua, seorang Mukmin menguatkan keyakinan bahwa kehidupan dunia adalah permainan, panggung sandiwara, dan bersifat sangat sementara. Hidup di dunia ini sangat singkat dibandingkan akhirat yang abadi. Perhiasannya sedikit dan masa pakainya sangat pendek. Allah berfirman, “ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau(QS, Muhammad : 36). Permainan akan berlangsung sebentar. Kemenangan dalam pe,ilihan caleg hanya untuk lima tahun. Sesudah itu tidak ada orang yang mengetahui apa berhenti di tengah jalan atau sampai ke akhir detik permainan. Sesudah lima tahun, masih lanjut untuk ronde berikutnya atau tidak. Semua itu dalam ilmu Allah. Selesai permainan, masing-masing kembali ke alam baka untuk mempertanggungja-wabkan sepak terjangnya selama di lapangan. Dengan iman kepada kehidupan abadi, seorang yang kalah dalam satu permainan tidak akan bersedih sepanjang hari karena kemenangan hakiki sebenarnya bukan di sini, tapi di hari kemudian nanti.

Ketiga, seorang Mukmin harus ingat bahwa para rasul dan nabi pun tidak selamanya menang dalam pertempuran. Mereka yang jelas memperjuangkan Agama Allah, berjuang seikhlas hati, tapi bisa juga tidak menang. Tentunya manusia biasa yang mungkin pernah melakukan kesalahan dan dosa, tidaklah mesti merasa putus asa. Para nabi sudah menjadi teladan bahwa dalam menghadapi kekalahan melawan musuh Tuhan tidak pernah putus asa.

Keempat, seorang Mukmin akan berbaik sangka kepada Allah. Allah swt. bersifat bijaksana. Ketentuan-Nya terhadap makhluk-Nya selalu mengandung hikmah. Mungkin Ia masih saying sehingga keinginan seseorang yang membahayakan masa depannya, baik di dunia maupun di akhirat tidak dikabulkan-Nya. Mungkin juga ada di balik kekalahan itu peluang lain yang lebih baik dan selamat bagi orang itu yang Allah mengetahuinya dan manusia tidak mengetahuinya. Sebagai perbandingan, orang tua yang kaya, tapi tidak mengabulkan permintaan anaknya untuk dibelikan kenderaan Honda karena ia menge-tahui bahwa anaknya akan berbahaya jika memakai kereta. Anaknya tidak mengetahui bahaya yang menantinya di balik kereta, sementara ayahnya sudah menge-tahuinya berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki anaknya.

Kelima, banyak berzikir dan berdoa kepada Allah. Firma allah, “Ingatlah, hanya dengan ingat kepada Allah hati menjadi tenang.” (QS, ar-Ra`d : 28).

Keenam, banyak berkomunikasi dengan orang yang baik hatinya. Teman yang baik tidak akan pernah mencelakakan sahabatnya. Dengan komunikasi, unak-unak akan keluar, bicara sahabat akan membuka pintu hati, kebekluan pikiran menjadi cair, tanpa disadari beban batin pun akan menjadi ringan.

Ketujuh, seorang yang merasa terhimpit batin hendaklah banyak salat sunnat dan berdoa kepada Allah. Firman Allah, “Dan minta tolonglah kamu (kepada Allah) dengan sabar dan salat.” (QS, al-Baqarah : 153)

Kedelapan, seorang Mukmin hendaknya selalu optimis dalam hidup. Segala yang terjadi pada dirinya, termasuk kekalahan dalam suatu pertandingan dijadikan pelajaran yang berharga ke depan. Diluruskan niat bahwa perjuangan untuk mencari rida Tuhan, bukan untuk memenuhi keinginan nafsu.Dengan modal hidup sehat dan normal, seseo-rang masih mempunyai peluang untuk ikut bermain besok. Pengalaman kalah hari ini dijadikan modal untuk mengatur strategi hari esok. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah seseorang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS, al-Hasyar : 18). Allah juga berfirman, “Dan demikian hari-hari itu Kami gilirkan di antara manusia.” (QS, Ali Imran: 140).

Tentang ramliaw

fisabilillah dijalan Allah swt
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s